Malang – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya resmi melantik Pimpinan Cabang periode 2026/2027 pada Ahad, 5 Juli 2026, di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang UMM. Mengangkat tema "Energi Kolektif Gerakan Progresif", pelantikan ini tidak sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan juga ruang konsolidasi gagasan bagi kader IMM untuk meneguhkan arah gerakan di tengah dinamika sosial dan politik bangsa.

Dalam rangkaian acara tersebut, digelar pula talkshow bertema "Peran Strategis IMM Malang Raya dalam Menatap Masa Depan Indonesia" yang menghadirkan sejumlah tokoh Muhammadiyah bersama dua narasumber dari kalangan pengusaha dan politisi.

Talkshow ini menghadirkan dua narasumber, masing-masing dari kalangan pengusaha dan politisi, sebagai ruang pertukaran gagasan antara kader IMM dengan narasumber yang memiliki pengalaman dan perspektif di bidang politik maupun dunia usaha. Dari sisi politik, peserta diharapkan mampu membaca tantangan demokrasi, memahami posisi strategis kader di ruang publik, serta menyadari pentingnya konsolidasi gerakan yang berbasis nilai, intelektualitas, dan keberpihakan sosial. Sementara dari sisi dunia usaha, peserta diharapkan memperoleh perspektif tentang pentingnya membangun kemandirian ekonomi, keberanian berinovasi, kejelian membaca peluang, serta menjadikan semangat kewirausahaan sebagai bagian dari penguatan kader dan organisasi.

Pada sesi talkshow, narasumber dari unsur pengusaha, Kakanda Misbakh, S.T., alumnus Teknik Industri UMM sekaligus kader IMM Komisariat Aufklarung Teknik, mendorong kader untuk terus mengasah kemampuan diri sekaligus memperluas jaringan relasi, salah satunya melalui organisasi IMM. Ia berpesan kepada seluruh kader IMM Malang Raya bahwa hal terpenting sebelum terjun ke dunia usaha adalah memahami pasar (market). Menurutnya, modal yang lebih dari cukup akan sia-sia apabila seorang pengusaha tidak memahami pasar tempat ia berusaha.

Sementara itu, narasumber dari unsur politisi, Kakanda Aufa Zhafiri, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menyoroti pentingnya generasi muda menjaga demokrasi dan tidak bersikap apatis terhadap dunia politik. Ia menjelaskan bahwa politik tidak sesederhana cara meraih kekuasaan, tetapi juga cara memperjuangkan kebaikan demi terciptanya kondisi yang ideal di tengah masyarakat, sehingga peran kader IMM untuk terjun langsung ke masyarakat menjadi semakin penting di kemudian hari.

Keduanya sepakat bahwa kader Muhammadiyah, khususnya IMM, perlu berani berdiaspora ke berbagai ranah strategis, baik di dunia profesional, pemerintahan, maupun kewirausahaan. Kehadiran para tokoh Muhammadiyah dalam acara tersebut turut menegaskan posisi IMM sebagai laboratorium kader sekaligus lahirnya intelektual muda Muhammadiyah, yang diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan bangsa ke depan.